Abstract :
Dalam dunia industri sangat diperhatikan efisiensi capacity produksi dimana lead time
manufacturing pembuatan Outsole Sepatu dipengaruhi oleh kegiatan yang tidak
bernilai tambah (Non Value Added) dan kegiatan yang tidak bernilai tambah tetapi
diperlukan (Necessary Non Value Added) dimana didalamnya terdapat beberapa
pemborosan yang terjadi. Kegiatan tersebut berupa bagian penyimpanan sementara di
bagian cooling room dan proses rework produk cacat. Metode yang digunakan adalah
Lean Manufacturing, tools yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) dan
Proses Activity Mapping (PAM). VSM digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas
yang memiliki waktu siklus berlebih dari takt time, dilanjutkan dengan pemetaan
proses Activity Mapping untuk menganalisa aktivitas yang tidak bernilai tambah (Non
Value Added). Berdasarkan hasil penelitian dari 4110 detik lead time proses 3600 detik
merupakan aktivitas non-value added. Proses rework dan penyimpanan bahan di
cooling room teridentifikasi memiliki nilai terbesar penyumbang lead time maka
rework harus dihilangkan. persentase Process Cycle Efficiency (PCE) mengalami
kenaikan. Pengurangan proses bahan lembaran yang sudah jadi didinginkan ke cooling
room dan proses rework dapat menghemat waktu bekerja sekitar 60 menit.
Penghematan jam kerja dapat meningkatkan kapasitas produksi outsole sehingga
produktivitas meningkat dan target pun tercapai.