Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan minat belajar
matematika siswa yang menggunakan media pembelajaran interaktif Kahoot!
dengan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran interaktif Kahoot! atau
secara konvensional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi
eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek
populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 SMPN 27 Kota
Tangerang. Sementara, sampel penelitiannya adalah dua kelas dengan total 60
siswa, yaitu dari kelas 7.9 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan
kelas 7.7 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
menggunakan instrumen angket minat belajar matematika yang terdiri dari 25
pernyataan yang valid dan reliabel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
menggunakan Mann Whitney U Test, dari hasil uji hipotesis pertama diperoleh nilai
Exact Sig (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,005, dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan rata-rata minat belajar matematika siswa kelas eksperimen dengan kelas
kontrol. Sedangkan untuk pengujian hipotesis kedua, dari uji Mann Whitney U Test
diperoleh nilai Exact Sig (1-tailed) yaitu 0,000 < 0,005, dapat disimpulkan bahwa
minat belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas
kontrol. Terakhir pengujian hipotesis ketiga, dari uji Mann Whitney U Test
diperoleh nilai Exact Sig (1-tailed) yaitu 0,000 < 0,005, maka dapat disimpulkan
bahwa peningkatan minat belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih baik
dibanding kelas kontrol. Hal ini dapat diartikan bahwa penerapan media
pembelajaran interaktif Kahoot! dapat meningkatkan minat belajar matematika
siswa.