Abstract :
Nadira Sar?i. B.1810751. Identifikasi Formalin Pada Ikan Asin Kering Di Pasar
Palabuhanratu. Skripsi. Dibawah bimbingan Nindya Atika Indrastuti dan Intan
Kusumaningrum.
Ikan asin kering merupakan salah satu jenis hasil olahan perikanan di Pasar
Palabuhanratu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada
ikan asin kering yang dijual di Pasar Palabuhanratu. Metode penelitian ini: 1)
menentukan 8 jenis ikan asin kering yang paling banyak dibeli, 2) pengujian
organoleptik ikan asin kering, 3) pengujian formalin menggunakan Test Kit, 4)
pengujian reduksi formalin pada ikan asin kering, serta 5) uji organoleptik untuk
membedakan ikan asin positif dan negatif formalin. Delapan jenis ikan asin kering
yang paling banyak dibeli antara lain: ikan lemet, teri medan, inpun, rebon, teri nasi,
pepetek, bulu ayam, dan sepat. Sampel tersebut kemudian diambil dari 6 penjual
berbeda untuk dilanjutkan pengujian ke tahap berikutnya. Hasil organoleptik
kenampakan, bau dan tekstur masing-masing ikan asin memenuhi standar SNI
8273: 2016. Jenis ikan asin yang mengandung positif formalin dari 6 penjual adalah
ikan asin lemet 100%, ikan asin teri medan 83%, inpun 100%, rebon 100%, teri nasi
100%, pepetek 83%, bulu ayam 50%, dan sepat 67%. Total dari keseluruhan
sampel, terdapat 85% yang positif Formalin. Perendaman 20% cuka selama 30
menit pada ikan asin kering yang teridentifikasi positif formalin menunjukkan tidak
adanya perubahan warna pada Test Kit (88%), sedangkan sisanya (12%) masih
menunjukkan perubahan warna pada Test Kit menjadi ungu, tetapi perubahan
warna menjadi ungu lemah. Berdasarkan hasil uji pengetahuan konsumen untuk
membedakan ikan asin positif formalin dan negatif formalin, 78% panelis
menjawab benar bahwa ikan asin kering tersebut tidak mengandung formalin dan
22% menjawab salah.