Abstract :
Zulfa Hasanah. B1610772. Korelasi Pola Konsumsi terhadap Status Gizi
Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Djuanda Bogor ditengah Pandemi
COVID-19. Di bawah bimbingan Rosy Hutami dan Muhammad Fakih Kurniawan.
Wabah penyakit COVID-19 yang tengah berlangsung di Indonesia sejak
Maret 2020 berdampak pada menurunnya ekonomi masyarakat Indonesia. Hal ini
diduga dapat mempengaruhi kemampuan akses masyarakat Indonesia termasuk
mahasiswa terhadap bahan pangan dan pola konsumsi masyarakat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui korelasi pola konsumsi terhadap status gizi mahasiswa
tingkat akhir di Universitas Djuanda Bogor ditengah pandemi COVID-19.
Penelitian ini menggunakan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk
mendapatkan data variasi, frekuensi, dan skor konsumsi mahasiswa selama satu
bulan serta metode antropometri untuk mendapatan status gizi mahasiswa
berdasarkan data berat dan tinggi badan mahasiswa. Analisis data menggunakan
product moment pearson dan regresi linier untuk mengetahui ada tidaknya korelasi
antara pola konsumsi dengan status gizi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variasi konsumsi responden mahasiswa terbagi atas makanan pokok, lauk
hewani, lauk nabati, sayuran dan buah-buahan dengan frekuensi konsumsi tertinggi
ditempati oleh nasi (63,46±30,12 kali/bulan), telur (17,04±17,58 kali/bulan). tahu
(14,6±16,08 kali/bulan). kangkung (8,92±11,18 kali/bulan), dan jeruk (8,4±0,07
kali/bulan). Sebanyak 39% responden memilki skor konsumsi baik, sedangkan 61%
responden memiliki skor konsumi kurang. Hasil analisis status gizi menunjukkan
70% responden memiliki status gizi normal, 17% kurus dan 13% gemuk. Pada
penelitian ini tidak terdapat korelasi antara pola konsumsi terhadap status gizi
responden berdasarkan analisis product moment pearson dengan nilai r pearson
sebesar -0,104 dan regresi linier dengan nilai r-square sebesar 0,011.