Abstract :
IRPAN KUSNADI. A.1711371. Persentase Boneless Dada dan Paha Ayam
Kampung Unggul Balitnak (KUB) yang Diberi Tepung Daun Katuk (Sauropus
androgynus) dalam Ransum. Dibimbing oleh Ristika Handarini dan Jatmiko.
Daging ayam kampung cukup kecil dibandingkan dengan ayam ras. Cara untuk
meningkatkan persentase daging ayam kampung dengan memberikan feed additive.
Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman yang mempunyai zat gizi tinggi,
sebagai anti bakteri, dan mengandung beta karoten sebagai zat aktif warna karkas.
Ayam KUB memiliki keunggulan pertumbuhan yang cepat. Penelitian bertujuan
untuk mengetahui pengaruh tepung daun katuk pada pertumbuhan ayam KUB dapat
dilihat dari pertumbuhan bobot potongan karkas dada dan paha, boneless, tulang,
kulit dan rasio daging tulang. Ayam KUB unsexed umur 7 hari diproduksi oleh
Charlim Farm sebanyak 96 ekor. Kandang jenis postal sebanyak 16 sekat dengan
ukuran 60×57×70 cm. Ransum self mixing tersusun dari tepung jagung kuning,
dedak halus, bungkil kedelai, tepung ikan, premix, dicalcium phosphate (DCP),
minyak sayur dan tepung daun katuk. Pemberian minum secara ad libitum.
Penelitian mulai tanggal 31 Oktober ? 27 Desember 2020, di Kampung Nambo
Cipeuntas, Desa Taman Sari, Kecamatan Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Analisis data
menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. R0 = tanpa pemberian tepung daun
katuk dalam ransum, R1 = pemberian 1% tepung daun katuk dalam ransum, R2 =
pemberian 2% tepung daun katuk dalam ransum, R3 = pemberian 3% tepung daun
katuk dalam ransum. Hasil analisis ragam pemberian tepung daun katuk dalam
ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase boneless dada
dan paha, persentase tulang dada, persentase kulit paha dan rasio daging tulang dada
namun tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase dada,
persentase paha, persentase tulang paha, persentase kulit dada dan rasio daging
tulang paha