Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
NOVIANTI, FLORENCE DEVINA
Subject
Personnel management
Datestamp
2022-11-18 07:48:56
Abstract :
Berwirausaha muncul diikuti dengan keberanian individu dalam
mengembangkan usaha dan ide-ide barunya sehingga akan mempengaruhi strategi
karir berwirausaha. Keunggulan kompetitif merupakan syarat sukses bagi
pengusaha atau pengelola bisnis. Hal yang melatarbelakangi permasalahan bahwa
disaat tingkat kebutuhan dan keinginan konsumen akan permintaan mobil begitu
tinggi di Kota Kudus, justru tingkat penjualan perusahaan mengalami penurunan.
Hal itu tidak lepas dengan semakin banyaknya dealer-dealer yang bermunculan di
Kota Kudus sehingga persaingan penjualan semakin kompetitif.
Populasi dalam penelitian ini seluruh pemilik dan karyawan yang selalu
berinteraksi dengan pemilik PT. Remaja Adidaya Motor Kudus sebesar 11 orang.
Dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mengkhususkan pada
karyawan selaku pengelola dealer yang mempunyai masa kerja minimal 2 tahun
dan hanya pengelola atau karyawan yang sering berinteraksi dengan pemilik,
maka jumlah sampel untuk karyawan selaku pengelola delaer diperoleh sebesar 3
orang. Alat analisis data yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada visi dan tujuan usaha yang
jelas, sebagian besar tanggapan reponden berpendapat jika pemilik dealer PT.
Remaja Adidaya Motor Kudus kurang adanya kejelasan dalam menerapkan visi
dan tujuan usaha. Untuk kesediaan menanggung risiko waktu dan uang, sebagian
besar responden berpendapat jika pemilik kurang adanya keberanian dalam
menanggung risiko yang dihadapi baik dalam bentuk waktu dan uang.
Berdasarkan berencana dan mengorganisir pemilik dealer kurang berani
mengambil langkah dengan baik dalam merencanakan dan mengorganisir dalam
menjalankan usahanya. Pihak pemilik dealer kurang bekerja keras sesuai tingkat
urgensinya, seperti kurangnya bekerja keras dalam menjalankan usahanya, tekad
yang tinggi dalam memajukan usaha. Pihak pemilik dealer kurang menjaga
hubungan baik dengan pelanggan, distributor dan karyawan. Pihak pemilik dealer
kurang bertanggung jawab secara penuh terhadap risiko yang harus diambil,
seperti tanggung jawab dalam memajukan perusahaan dan bentuk kepuasan
pribadi ketika rencana yang dilakukan berjalan dengan baik.