Abstract :
PT. Tapel Kuda Kencana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri
rokok. Untuk mengembangkan perusahaan tersebut perusahaan perlu membenahi
berbagai unsur yang salah satunya adalah efisiensi penggunaan modal kerja yang
bertujuan agar pihak manager dapat membuat kebijaksanaan atau prosedur yang
baru untuk mencapai hasil yang lebih baik. Berdasarkan hal tersebut diatas maka
perusahaan perlu mengetahui apakah penggunaan modal kerja sudah efisien atau
belum.
Data yang digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja adalah
laporan neraca dan laporan rugi laba dimana dalam penelitian ini yaitu laporan
meraca dan laporan rugi laba tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Sedangkan
alat analisis yang digunakan untuk mengolah data tersebut yaitu melalui tahap 1)
perputaran unsur-unsur modal kerja 2) menentukan unsur-unsur modal kerja ideal
dan riil 3) evaluasi penggunaan modal kerja. Setelah semua data diolah maka
untuk menghitung efisiensi tidaknya unsur-unsur modal kerja dengan cara
membandingkan rata-rata industri dengan rasio perusahaan dimana rata-rata
industri diperoleh dari membandingkan rata-rata beberapa perusahaan lain yang
sejenis yaitu, perusahaan rokok kategori kecil yang berdomisili di Jawa Tengah.
Dari hasil pehitungan yang dilakukan di peroleh hasil akhir yaitu bahwa
perusahaan rokok PT Tapel Kuda Kencana dalam penggunaan unsur-unsur modal
kerja secara umum belum efisien, yaitu dengan perbandingan antara perusahaan
dengan rata-rata industri, untuk tahun 2000 adalah untuk perputaran kas (10,99 x)
berbanding (12 x), perputaran piutang (23,82 x) berbanding (25 x), perputaran
persediaan bahan baku (17,83 x) berbanding (18 x), perputaran persediaan barang
dalam proses (21,59 x) berbanding (20,5 x) dan untuk barang jadi (28,62 x)
berbanding (27,04). Untuk tahun 2001 adalah sebagai berikut untuk perputaran
kas (10,72 x ) berbanding (10 x), perputaran piutang (26,48 x) berbanding (25 x),
perputaran persediaan bahan baku (23,15 x) berbanding (24 x), perputaran barang
dalam proses (19,18 x) berbanding (19,61 x) dan barang jadi (32,54 x) berbanding
(38,27 x). Untuk tahun 2002 kas (11,69 x) berbanding (13 x), piutang (16,43 x)
berbanding (18 x), persediaan bahan baku (22,56 x) berbanding (21,7 x), barang
dalam proses (19,45x) berbanding (19,61 x) barang jadi (42,97 x) berbanding
(43,85x). Dan pada tahun 2003 untuk perputaran kas (11,90 x) berbanding (13 x),
piutang (15,19 x) berbanding (17x), bahan baku (21,94x) berbanding (21 x),
barang dalam proses (25,05 x) berbanding (24,5 x) dan untuk barang jadi (45,42x)
berbanding (44,63 x).
Berdasarkan hasil tersebut perusahaan perlu untuk meningkatkan penggunaan
modal kerja dan memperhatikan unsur-unsur modal kerja yang ada.