Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui provokasi Barat sebagai penyebab
terbentuknya pemikiran agresi Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kepustakaan dan metode deskriptif analisis. Pada Perang Dunia II, Jepang dikenal sebagai
salah satu negara agresor dengan pemikiran yang agresif. Pemikiran agresif Jepang ini tidak
semata-mata terbentuk begitu saja, tetapi merupakan sebuah hasil proses akumulasi dari
berbagai faktor sejak kurun waktu yang lama. Salah satu faktor utama tersebut adalah
provokasi dari Barat seperti hasutan Ordo Jesuit yang menjadi dalang dari Pemberontakan
Kristen Nagasaki pada 1637-an, pemaksaan untuk membuka pelabuhan Jepang oleh
Komodor Perry dengan armada Kurofune, perjanjian-perjanjian tidak adil yang dipaksakan
Negara Barat dari era Bakumatsu sampai tahun 1930, pengucilan Jepang dari pergaulan
internasional pada tahun 1937, hingga pembekuan modal Jepang di Amerika dan embargo
besi, baja dan minyak pada tahun 1941.