Abstract :
Komunikasi Voice telah dapat dicapai melalui jaringan berbasis IP, baik itu
melalui Internet, Intranet atau Jaringan Area Lokal. Multi Protocol Label Switching
(MPLS) adalah konvergensi teknik forwarding yang berorientasi koneksi dan
protokol routing Internet.
Tugas Akhir ini merancang jaringan MPLS VPN dengan menerapkan
teknik tunneling IP Security dan menganalisa kualitas layanan (QoS) pada aplikasi
VoIP. Protokol routing yang digunakan dalam perancangan ini adalah Border
Gateway Protocol (BGP) dengan konfigurasi router PE dan CE menggunakan Open
Shortest Path First (OSPF). Untuk jenis VPN yang digunakan dalam penelitian ini
adalah L2TP/IPSec. Jaringan VPN MPLS dibangun dengan satu unit router LSR
dan tiga router LER. Router LSR bertanggung jawab untuk melakukan penerusan
paket saat router LER bertugas menambah atau menghapus label pada paket yang
pergi atau meninggalkan domain MPLS. Tunneling L2TP/ IPSec bertanggung
jawab untuk mengamankan saluran komunikasi VoIP. Evaluasi dilakukan dengan
mengukur kualitas layanan VoIP dalam 2 skenario, yakni tanpa menggunakan
tunneling L2TP/IPSec, dan dengan menggunakan tunneling L2TP/IPSec.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan tools WireShark
diperoleh data dari hasil sepuluh kali percobaan layanan VoIP tanpa implementasi
IPSec menunjukkan parameter QoS yaitu: throughput 193,2 Kbps, delay 5,91 ms,
jitter 0,83 ms, dan packet loss 0,00 %. Sedangkan dengan implementasi IPSec pada
layanan VoIP menghasilkan throughput 297 Kbps, delay 6,92 ms, jitter 4,81 ms
dan packet loss 0,24 %. Pengaruh terbesar IPSec pada aplikasi VoIP ini adalah pada
parameter jitter, dimana terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 478% terhadap
nilai jitter sebelum penerapan tunneling IPSec. Selain itu, untuk throughput juga
mengalami kenaikan sampai rata-rata 53%. Hal ini dikarenakan selain melakukan
enkripsi, L2TP/IPSec juga membuat tunnel yang menghubungkan secara langsung
antara user dengan server secara virtual.