Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Amelia, Azwar
Subject
627.2 Harbour, Ports, Roadsteads Engineering/Teknik Pelabuhan, Pangkalan Laut
Datestamp
2022-07-01 03:51:13
Abstract :
Tempat pariwisata di Indonesia telah menjadi destinasi yang banyak dikunjungi
bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Danau Toba merupakan
destinasi wisata prioritas, sehingga pariwisata ini sangat berpotensi untuk
dikembangkan sebagai salah satu aset yang digunakan sebagai sumber yang
menghasilkan bagi bangsa dan negara. Tata kelola pelabuhan di kawasan Danau
Toba selama ini tidak sesuai ketentuan dan aturan standar Internasional, baik
terkait pelayanan, fasilitas, pelayaran maupun kepelabuhanan untuk meningkatkan
unsur keselamatan dalam pelayaran karena adanya kejadian tenggelamnya KM
Sinar Bangun tahun 2018. Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan desain
pelabuhan wisata dan tata kelola pelabuhan di kawasan Danau Toba dengan
tersedianya transportasi kapal ferry, kapal wisata, bis air, Seaplane Bases dan
Wing Ground Effect. Untuk kelengkapan fasilitas di pelabuhan dan seaplane
bases digunakan metode Benchmarking dengan mengacu pada pelabuhan ferry
dan seaplane bases yaitu dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Singapore cruise
center, Harbour Bay Batam, Jantzen Beach Seaplane Bases, Traves Seaplane
Bases, Lake Hood Seaplane Bases. Perencanaan pelabuhan yang diteliti
menggunakan Standar fasilitas yang sangat mendukung mengacu pada Petunjuk
Teknis Rencana Induk pelabuhan, dan PERMENPAR nomor 3 Tahun 2018
dengan menambahkan beberapa fasilitas untuk seaplane bases dan WIG ( Wing in
Ground Effect ) seperti landasan pesawat amfibi yang mengacu pada U.S
Departement Of Transportation, Federal Aviation Administration dalam
dokumen Advisory Circular (AC) No. 150/5395-1B. Perencanaan
pelabuhan wisata ini mempunyai 3 tahapan dalam pembangunannya yaitu tahap I
tahun 2020 tahap II tahun 2025 dan tahap III tahun 2040.