Abstract :
Tata nilai dan moral suatu kelompok masyarakat dapat dianalisa
sebagai nilai budaya yang merupakan identitas keiorpok masyarakat
tersebut. Sistem hirarki yang mengatur adanya perbedaan kedudukan pada
kelompok masyarakat Jepang, menimbulkan beragam tata nilai moral yang
khas dalam hubungan sosial vertikal dan hubungan sosial horisontal
didalamnya. Shujuu no kankei adalah hubungan vertikal antara majikan dan
pengikutnya. Sedangkan shujuu no kankei yang dimaksud Yamamoto
Tsunetomo dalam bukunya Hagakure, adalah hubungan antara daimyo
dengan samurai pengikutnya. Kedua belah pihak memiliki kewajiban
kewajiban di dalam ikatan hubungan tersebut. Bagi samurai di zaman feodal,
kewajiban yang paling utama adalah menjaga kehormatan dan mengabdi
dengan kesetiaan absolut kepada majikan dan klan-nya. Nilai moral yang
demikian dijawai oleh kemegahan jalan hidup samurai atau bushido yang
puncaknya adalah berani mati alas nama kesetiaan dan kehormatan.