Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Ibnu, Hasyim
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2024-06-28 07:45:39
Abstract :
Untuk mengusahakan kapal selalu siap pakai/ laik laut dilaksanakan perawatan kapal
pada umumnya dan sistem permesinan yang bekerja dikapal pada khususnya pada
armada tanker dilaksanakan sistem perawatan terencana yang berkesinambungan
yakni suatu prosedur perawatan yang terus-menerus dengan berpedoman kepada:
Buku petunjuk perawatan ( instruksion book) dari
maker's
Batas waktu beroperasinya (running Hours)
Dan ketentuan dari pihak pemerintah serta rekomendasi Badan Klasifikasi.
Satu diantara sistem permesinan kapal yang terpenting dan juga dilaksanakan dengan
sistern perawatan tersebut diatas adalah air ketel uap yaitu kimia (additive) untuk
menghindari terjadinya deposisis mineral, korosi dan carry over.
Deposisi mineral (mineral deposite) terdiri dari kerak (scale) dan lumpur (Sludge).
Bila ketel dioperasikan tanpa pengolahan air ketel atau tanpa pembubukan bahan
kimia maka akan terjadi penguapan, clan
akan tertinggallah sisa-sisa mineral berupa
padatan keras sebagai garam-garam karbonat atau silikatyang disebut kerak ( scale)
atau berbentuk lumpur (sludge).
Korosi dapat terjadi karena larutnya metal atau logam dalam air sepeti halnya besi
dan tembaga. Logam-logam ini
sedikit demi sedikit dapat larut didalam air, kecuah