Abstract :
Dunia penerbangan khususnya di Indonesia semakin hari semakin bertambah
maju sesuai dengan tuntutan masyarakat pengunanya, maju disini dalam arti
perusahan penerbangan terus menerus menambah armada pesawat udaranya. Untuk
transportasi udara, semakin padatnya lalu-lintas pergerakan pesawat membutuhkan
sistem navigasi yang handal dan mampu melayani sesuai dengan padatnya lalu-lintas
pergerakan pesawat terbang khususnya pada saat pesawat lepas landas dan saat
pesawat mendarat.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka digunakan Instrument Landing
System yang merupakan sistem navigasi yang memberikan tiga petunjuk kepada
seorang pilot untuk mendaratkan pesawatnya, adapun petunjuk tersebut adalah:
a. Localizer, digunakan untuk petunjuk horizontal.
b. Glide slope, digunakan untuk petunjuk vertikal.
c. Marker, digunakan untuk petunjuk jarak.
Pada glide slope, antenna yang digunakan adalah antenna null reference
system dan Sudut yang digunakan adalah 3", tinggi antenna 8,67 meter maka daerah
cakupannya 1,35" sampai 5,25" pada jarak 10 NM.
Sistem komunikasinya passive
radionavigation dan propagasi mengunakan gelombang lansung dan gelombang
pantul.
Pemilihan sistem dan kategori ILS yang digunakan, disesuaikan dengan
kondisi pelabuhan udara setempat. Kategori ILS ditentukan menurut kondisi, cuaca,
persyaratan landasan dan atas pertimbangan itu pula, maka untuk fasilitas ILS pada
pelabuhan udara Halim Perdana Kusuma dipakai ILS dengan kategori I.