Abstract :
PT ·x· adalah perusahaan industri yang menghasilkan Radiator, Filters,
Fan guard, dan Tanks (Fuel and Hydrolic). Dalam sistem perawatan yang
dilaksanakan pada bagian maintenance mempunyai kekurangan atau
masalah, adapun masalah tersebut yaitu pada sistem informasi perawatan
yang ada, karena tidak adanya sis/em dan prosedur yang baku dalam
kegi
a
tan perawatan yang mengakibatkan kurang terstrukturnya pola kerja
service mesin, i
speksi mesin dan penanganan kondisi abnormal mesin.
Disamping itu, manajemen data yang diperlukan dalam rangka
mendukung kegiatan perawatan masih dilakukan secara manual.
n
Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka diusulkan sistem dan
prosedur kerja yang baku. Tahapan-tahapan penelitian yang digunakan
adalah penetapan kebijakan, analisis pengembangan sistem informasi
perawatan dan desain sistem (untuk mendukung kegiatan pengembangan
sistem perawatan yang diusulkan dengan manajemen data yang
terkomputerisasi).
Untuk mendapatkan sistem dan prosedur yang baik, maka dilakukan 3
tahapan. Tahapan pertama penetapan kebijakan dalam perbaikan sistem
dan prosedur kerja yang baku yaitu pada kegiatan service mesin, i
speksi
mesin, dan penanganan kondisi abnormal (breakdown machi
n
n
e), serta
pada pembuatan /aporan (formu/ir), adanya revisi dengan memberikan
penambahan pengisian pada kolom dengan melihat keadaan kebutuhan
informasi yang diperlukan untuk perusahaan. Tahap kedua anali
is sistem
merupakan tahapan yang kritis dan sangat penti
n
s
g karena kesalahan
ditahap i
i akan menyebabkan kesalahan pada tahap keseluruhan.
Kemudian tahapan ketiga ada/ah desain sistem, penggunaan sistem
informasi yang menggunakan media komputer dengan melalui Microsoft
Acess.
n
Pengembangan sistem prosedur dan flowchart menjadikan alur kerja yang
lebih baik, mengurangi tingkat ketidak akuratan data dan kerahasian file.
Perubahan serta penambahan pada elemen/kolom kegiatan dalam form
pengisian laporan, dapat membantu sistem perawatan dalam mengambil
keputusan dengan memberikan data aktivitas mesin maka kondisi mesin
dapat lebi
diamati dan data yang diperoleh lebih akurat dan rinci. Se/ain
itu, adanya pengembangan perancangan sistem melalui data entry maka
kegiatan menjadi lebih terjadwal. Dibanding dengan sistem yang lama
yang menggunakan dokumen I arsip, sehingga untuk kebutuhan informasi
berjalan dengan lambat disebabkan pencarian dokumen membutuhkan
h
dilakukan secara
manual, serta laporan yang dihasilkan dalam jangka.
aktivitas tambahan dan pengolahan datanya masi