Abstract :
pT X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
industri otomotif. Untuk perbaikan dan peningkatan manajemen
perusahaan PT X telah menerapkan konsep TPM. Tetapi dalam
penerapan TPM ini masih banyak kekuranganya, misalnya mengenai
efektifitas mesin yang belum optimal dengan masih banyaknya terjadi
breakdown pada me sin-me sin yang digunakan. T ujuan untuk mencapai
titik optimal zero defect belum bisa dijangkau walaupun penerapan TPM
telah berjalan di PT X ha/ ini disebabkan kualitas sumber daya manusia
yang ada masih kurang mendukung terutama tingkat ketrampilan
operator, untuk itu perlu adanya perbaikan guna peningkatan hasil dalam
penerapan TPM di PT X
Salah satu metode untuk penyelesaian masalah penerapan TPM
dapat dilakukan dengan penentuan efektifitas mesin-mesin yang ada
dengan menghitung OEE (Overall Equipment Effectiveness) tiap-tiap
mesin. Disamping itu untuk meninjau sejauh mana penerapan TPM
dijalankan dapat di/akukan dengan penyebaran kuesioner kepada objek
penelitian yang selanjutnya ditujukan untuk mengetahui kekurangan
kekurangan dalam penerapan TPM tersebut. Langkah-langkah yang
dilakukan yaitu tahap awal mengumpulkan data untuk OEE dan data
pelaksanaan TPM di PT. X dengan menggunakan instrumen kuisioner
Kuisioner dibagi dalam 4 variabel penelitian yaitu: mengenai kondisi
mesin, sistem pemeliharaan, ketrampilan operator, dan penerapan TM
Selanjutnya Melakukan perhitungan OEE me/alui perhitungan terhadap
avaibility, performance efficiency, dan rate of quality product, kemudian
melakukan analisis sistem penerapan TPM untuk menentukan usulan
usu/an yang akan diberikan untuk perbaikan penerapan TPM di PT
X.
Hasil-hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: nilai OEE tahun
2002 (setelah penerapan TM) untuk mesin Oven Top Coat berkisar
antara 50% - 80%, mesin Hot Water Machine berkisar antara 52%- 79%,
mesin Electric Chain Hoist berkisar antara 51 % -- 81%, dan me sin
Washing Machine berkisar antara 50% - 79%, dengan demikian
presentase nilai OEEnya masih kurang dari 85% (OEE harus 85%)
sedangkan dari kuesioner 50% responden menyatakan kondisi mesin
kurang baik, 39% responden yang menyatakan bahwa pelaksanaan
system pemeliharaan dilaksanakan sesuai rencana, 61% responden
menyatakan tidak mengerti cara membongkar/memasang mesin, dan 37%
responden menyatakan mengerti tentang konsep TPM, sehingga usulan
perbaikan untuk penerapan TPM yang dapat diberikan adalah melalui
peningkatan tahap pengembangan TPM, peningkatan kegiatan
peme/iharaan dan pengadaan kegiatan pelatihan ketrampilan. Melihat ha/
hal di atas maka analisis penerapan TPM untuk meningkatkan efektifitas
mesin dengan OEE di PT. X perlu dilakukan guna peningkatan hasil dari
penerapan TPM yang telah dilakukan.