Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Bagas Aji, Juliantono
Subject
005.5 General Purpose Application Programs/Program Aplikasi dengan Kegunaan Khusus
Datestamp
2024-02-16 03:13:24
Abstract :
PT. Triakarya Tosan Jaya merupakan salah satu perusahaan yang
meproduksi produk Panel Tembaga Busbar dengan berbagai macam jenis di
Indonesia.. berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa
masih banyaknya terjadi jumlah antrian pada hasil produksinya sehingga
terhambatnya aliran produksi untuk setiap produksinya. Maka disini peneliti akan
melakukan analisis sistem antrian dengan simulasi Software Promodel untuk
meminimalisir antrian produksi
Panel tembaga busbar diproduksi secara kontinu mengingat permintaan
yang cukup tinggi. Dalam proses produksi dilakukan berurutan, artinya sistem
antrian yang digunakan dalam proses produksinya mengambil sistem dengan cara
FIFO (First In First Out) dimana produk yang lebih dahulu masuk akan
diselesaikan pertama kali sesuai urutannya. Pada sistem antrian produksi yang
diterapkan saat ini disimulasikan dengan menggunakan software Promodel dimana
hasil simulasi akan diolah kemudian akan menghasilkan alternative-alternatif yang
dapat mengatasi permasalahan antrian pada produksi panel tembaga busbar
Data yang dikumpulkan kemudian diolah untuk melihat dimana antrian
sebenarnya terjadi. Hasil simulasi menyimpulkan bahwa antrian terjadi pada
stasiun pemotongan 1 rata-rata jumlah antrian 20,49 unit, rata-rata waktu
menunggu selama 12,23 menit. Pemotongan 2 rata-rata waktu menunggu selama
7,83 menit dan 13,12 unit rata-rata jumlah antrian . Punching 1 rata-rata waktu
menunggu selama 11,60 menit dan memiliki 19,43 unit rata-rata jumlah antrian.
Dengan simulasi yang telah dilakukan maka dapat terlihat pada stasiun tersebut
terjadi antrian pada proses produksinya.
Setelah dilakukan penelitian ditemukan 3 alternatif untuk menyelesaikan
antrian produksi. Adapun alternative terpilih yaitu Uji Sensitivitas 3 dengan
menurunkan waktu distribusi Pemotongan dari distribusi Normal(20.3, 1.59)
menjadi Normal(19.5, 1.01), Punching 1 dari Normal(23.9, 1.72) menjadi
Normal(19.4, 1.09), Pemotongan 2 dari Normal(20.4, 1.81) menjadi Normal(19.4,
1.21), Punching 2 dari Normal(24.8, 1.44) menjadi Normal(19.9, 1.11), Bending 2
dari Normal(24.9, 1.45) menjadi Normal(19.7, 1.45). alternative tersebut terpilih
karena dengan menurunkan waktu pengerjaan pada stasiun-stasiun kerja tersebut
terbukti dapat menghilangkan jumlah antrian pada proses produksi panel tembaga
busbar.