Abstract :
Meninjau unsur intrinsik dari novel, penulis rnenemukan bahwa tehnik pencerita "dia-an" maha tahu dapat dengan jelas menggambarkan perwatakan tokoh-tokoh dalam Sanctuary, yakni tokoh Temple, Popeye dan Horace Benbow. Dari perwatakan ketiga tokoh ini terlihat adanya pergeseran nilai-nilai tradisional yang dikritik pengarang, yang ditunjukkan dengan perbedaan kubu yang diwakili masing masing perwatakan tokoh.
Satu kubu, yakni kubu yang menggambarkan nilai-nilai yang telah bergeser diwakili oleh perwatakan Temple dan Popeye, yaitu diantaranya dingin, tidak bersahabat, kasar , manipulatif dan egosentris. Kubu yang lain, yang diwakili oleh perwatakan Horace Benbow, menggambarkan nilai-nilai tradisional yang berusaha dipertahankan di tengah derasnya laju modernisasi yang secara perlahan namun pasti mengikis nilai-nilai yang dulu diyakini masyarakat selatan tersebut. Sebagai bukti bahwa pengarang menampilkan potret
nyata kehidupan masyarakat selatan tahun 1920-an lewat karyanya dengan maksud mengkritik kondisi masyarakat yang telah kehilangan nilai-nilai tradisional yang dulu
mereka anut.