Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna konotatif yang terkandung
dalam tuturan Kayori pada upacara pernikahan adat suku Pamona. Penelitian ini
dilakukan di desa Sangginora kecamatan Poso Pesisir Selatan, kabupaten Poso.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptife kualitatif data berupa
kata, frase, kalimat dan gambar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah observasi prosesi pernikahan adat Pamona,wawancara dengan narasumber,
dan skrip . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah makna semantic oleh
Geoffrey Lecch (1981) . Hasil penelitian menunjukan 1) terdapat beberapa kata
dalam kayori yang mengandung makna konotatif yang mengubah makna literal
kayori menjadi makna yang sesuai dengan isi dan maksud kayori. 2) kayori
mengandung 1. Nilai keindahan tersendiri pada pernkahan adat Pamona karena
dalam proses penceritaan kayori tidak dapat dihilangkan dalam setiap prosesi
pernikahan adat karena kayori merupakan salah satu tata cara perkawian dalam adat
Pamona. 2. Nasihat untuk kedua pengantin dalam memasuki perjalanan berumah
tangga. 3. Aturan adat yang berlaku di masyarakat yang harus di patuhi dan tidak
boleh di langgar. Penelitian ini kemudian menyarankan untuk melakukan pemaknaan
lain oleh kayori dalam budaya perkawinan adat suku pamona atau meneliti budaya
lain yang ada di Poso.