Abstract :
Rendahnya kemampuan berbahasa dalam mengulang cerita, kalimat, menjawab peryanyaan sederhana seperti apa, mengapa, di mana, kapan, dan menyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita, karena itu pentingnya menerapkan d metode bercerita menggunakan media boneka tangan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di PPT Pelangi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kelas (PTK). Subjek penelitian adalah semua anak di PPT Pelangi kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Surabaya yang berjumlah 15 anak, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif.
Berdasarkan penelitian pada prasiklus hasil persentase kemampuan berbahasa diperoleh 6,7% (1 anak yang tuntas), pada Siklus I hasil persentase kemampuan berbahasa diperoleh 40% (6 anak yang tuntas), dan pada Siklus II, persentase kemampuan berbahasa diperoleh 93,3%(14 anak yang tuntas). Metode bercerita melalui media tangan meningkatkan kemampuan berbahasa sangat berhasil pada anak kelompok B di PPT Pelangi kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Kenjeran Surabaya.
Metode bercerita menggunakan media boneka tangan di PPT Pelangi dapt meningkatkan kemampuan berbahasa 93,3% dari 15 peserta didik, melebihi ketuntasan indikator keberhasilan yang diharapkan. Maka dari itu metode bercerita dapat diterapkan di PAUD sebagai metode dan media yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa.