Abstract :
Eksistensialisme seringkali menjadi salah satu objek yang muncul dalam karya
sastra dan dapat menjadi esensial dalam menganalisis karya sastra. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tokoh utama mempertahankan
eksistensi diri dan kebebasannya sebagaimana tercermin dalam novel ?Life of Pi?
karya Yann Martel. Penelitian ini menggunakan teori wacana eksistensialisme dari
Bigelow (1961) dan kebebasan dalam eksistensialisme dari Sartre (2012).
Eksistensialisme adalah studi tentang keberadaan, bagaimana diri sendiri mencoba
menemukan makna dalam kehidupan yang tidak berarti. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Selanjutnya peneliti
menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data yang
terdiri dari sumber data utama dan sumber data kedua dan metode analisis deskriptif
untuk menganalisis data dengan menggunakan teori dari Ratna (2009). Terakhir,
hasil penelitian akan ditampilkan dengan menggunakan teknik paradigma kualitatif
yang dikemukakan oleh Creswell (2013) yang artinya hasil penelitian akan
disajikan dengan menggunakan kata-kata dan kalimat. Hasil penelitian ini
menemukan perjuangan dan prestasi tokoh utama dalam mempertahankan
eksistensi dirinya, dapat disimpulkan bahwa perjuangan tokoh utama ?Pi? berawal
dari pencarian kebebasannya sendiri. Perjuangan yang dihadapi tokoh utama yand
ditemukan adalah; keberadaan mendahului esensi, pengasingan atau keterasingan,
ketakutan dan kecemasan berlebihan, dan perjumpaan dengan kehampaan.
Pencapain yang didapatkan melalui usahanya dalam mengatasi perjuangan adalah;
pengakuan dan keaslian diri.