Abstract :
Kemampuan karyawan tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja
yang optimal. Kinerja merupakan sebuah hasil kerja dari seorang karyawan baik
secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya. Penelitian ini menfokuskan diri untuk menganalisis tingkat kinerja
karyawan bagian produksi PT Tai Cheng Development yang ditinjau melalui
variabel motivasi, stres kerja dan kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi, stres
kerja dan kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik
pengumpulan data melalui kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada responden
yang berjumlah 194 orang. Uji kualitas data dalam penelitian ini menggunakan uji
validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan
uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas, uji pengaruh dalam
penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis
determinasi, sedangkan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t
dan uji F dengan menggunakan software program SPSS versi 21. Hasil persamaan
regresi Y = 0,045 + 0,425X1 + 0,241X2 + 0,138X3. Hasil uji F hitung diketahui
besarnya 110,543 > F tabel 2,65 dengan signifikan 0,000 < 0,05, dapat
disimpulkan motivasi, stres kerja dan kepemimpinan secara bersama-sama
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil
uji t hitung motivasi (X1) 8,255 > t tabel 1,653 dengan signifikan 0,000 < 0,05
sehingga motivasi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y),
hasil uji t hitung stres kerja (X2) 8,070 > 1,653 dengan signifikan 0,000 < 0,05
sehingga stres kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y),
hasil uji t hitung kepemimpinan (X3) 2,906 > 1,653 dengan signifikan 0,004 <
0,05 sehingga kepemimpinan (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja (Y). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2
) yang diperoleh sebesar
0,630 atau 63% variabel kinerja (Y) dapat dijelaskan oleh variabel motivasi, stres
kerja dan kepemimpinan dan sisanya 37% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
dimasukkan dalam penelitian ini.