Abstract :
Peneliti tentang pencampuran kode di sebelumnya, memiliki konsentrasi pada
bahasa lisan, beberapa pada bentuk tertulisnya. Penelitian ini menjelaskan jenis?jenis pencampuran kode dan alasan meme yang dibuat oleh penulisnya di media
sosial, dalam hal ini di instagram. Meme biasanya berisi gambar dan tulisan yang
kebanyakan menggunakan lebih dari satu bahasa. Dalam melakukan penelitian,
peneliti menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dari status anak-anak
di beranda mereka di instagram. Untuk mengumpulkan data, peneliti menerapkan
metode observasi dan teknik partisipatif. Metode identitas referensial, teknik dasar
dan lanjutan digunakan untuk menganalisis data (Sudaryanto, 2015). Peneliti
menerapkan metode formal dan informal untuk mempresentasikan hasil
penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa (i) ada tiga jenis kode pencampuran
dalam meme mereka; penyisipan, pergantian, jenis leksikalisasi kongruen, (ii) ada
tiga alasan penulis meme menggunakan pencampuran kode yaitu; bersikap peduli
tentang sesuatu, berbicara tentang topik tertentu, dan memasukkan pengisi
kalimat. Jenis dominan dan alasan pencampuran kode dalam meme adalah tipe
penyisipan dan penyisipan pengisi kalimat, dalam situasi tertentu untuk
menyampaikan pesan kepada pembaca.