Abstract :
Kebijakan hutang sering menimbulkan konflik antara manajer dengan
pemegang saham di antaranya adalah pembuatan keputusan yang berkaitan
dengan aktivitas pencarian dana dan pembuatan keputusan yang berkaitan dengan
bagaimana dana yang diperoleh tersebut diinvestasikan. Hal yang
melatarbelakangi permasalahan bahwa kebijakan hutang yang diproksi melalui
DER pada perusahaan manufaktur di masing-masing industri manufaktur
mengalami perubahan yang cukup signifikan selama periode 2012 hingga 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang dan
kebijakan investasi secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan.
Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan bahan pertimbangan bagi investor
dalam melakukan investasi. Desain penelitian ini adalah studi ex post facto.
Populasi dalam penelitian ini meliputi semua perusahaan manufaktur sub sektor
industri barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2012-2016. Dari populasi sebanyak 37 perusahaan diperoleh 8 perusahaan
sebagai sampel dengan periode pengamatan 5 tahun (2012-2016). Sampel dipilih
dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa
kebijakan hutang (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan dengan nilai t hitung sebesar 7,421 dan signifikansi 0,000, sehingga
hipotesis pertama diterima. kebijakan investasi (PER) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t hitung sebesar 7,792 dan
signifikansi 0,000, sehingga hipotesis kedua diterima. Hasil uji kesesuaian model
menunjukkan bahwa secara simultan kebijakan hutang (DER) dan kebijakan
investasi (PER) berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh
nilai F hitung sebesar 81,907 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien
determinasi (adjusted R2) sebesar 0,806 menunjukkan bahwa pengaruh kebijakan
hutang (DER) dan kebijakan investasi (PER) terhadap nilai perusahaan sebesar
80,6%, dan sisanya sebesar 19,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitan