Abstract :
Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian
dan keuangan suatu negara. Kinerja dari bank yang sehat sangat diperlukan untuk
kelancaran fungsi bank syariah sebagai lembaga intermediary. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Financing (NPF), Net Profit Margin (NPM), Biaya Operasional
Pendapatan Operasional (BOPO) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap
rasio profitabilitas/Return on Asset (ROA) perbankan syariah di Indonesia. Adapun
objek pada penelitian ini adalah Perbankan Syariah dalam sektor Bank Umum
Syariah (BUS) yang beroperasi di Indonesia sebanyak 10 bank. Data yang
digunakan adalah data rasio keuangan yang berupa data statistik Bank Umum
Syariah (BUS) periode 2012 -2016. Metode analisis data yang digunakan pada
penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan
bahwa (1) secara simultan, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
Financing (NPF), Net Profit Margin (NPM), Biaya Operasional Pendapatan
Operasional (BOPO) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh dan
signifikan terhadap rasio profitabilitas/Return on Asset (ROA) dengan nilai
koefisien determinasi (R²) sebesar 73,9%, yang menunjukan CAR, NPF, NPM,
BOPO, dan FDR mampu mempengaruhi profitabilitas (ROA) sebesar 73,9%, (2)
secara parsial, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasional
Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasio
profitabilitas/Return on Asset (ROA), rasio Net Profit Margin (NPM) dan
Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio
profitabilitas/Return on Asset (ROA), rasio Non Performing Financing (NPF)
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap rasio profitabilitas/Return on
Asset (ROA).