Abstract :
Seperti yang diketahui bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai
perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang
memerlukan dana. Kegiatan pinjaman kredit oleh masyarakat dapat mendatangkan
keuntungan terhadap bank itu sendiri. Selain daripada keuntungan, kegiatan pinjaman
kredit tersebut juga dapat menimbulkan kerugian tersendiri terhadap bank. Kerugian
tersebut dapat berupa kredit bermasalah yang ditimbulkan akibat dari kredit yang
disalurkan kepada masyarakat tidak dikembalikan pada waktu jatuh tempo ataupun
masyarakat tidak mampu mengembalikan keseluruhan dana yang telah mereka
pinjam. Perputaran kas merupakan ukuran efisiensi penggunaan kas yang dilakukan
oleh bank karena tingkat perputaran kas menunjukkan kecepatan arus kembalinya kas
yang telah ditanamkan didalam modal kerja. Ketika perputaran kas tidak lancar, maka
tingkat likuiditas bank terganggu. Likuiditas bank itu sendiri merupakan kemampuan
bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengetahui pengaruh Perputaran Kas dan Kredit Bermasalah terhadap
Likuiditas pada Bank Umum Swasta Nasional yang terdaftar di Bank Indonesia.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional
Devisa dan Non Devisa yang terdaftar di Bank Indonesia pada tahun 2012 sampai
dengan 2016. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan melalui
kriteria-kriteria yang ditentukan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yang layak
digunakan sebanyak 8 bank. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik
deskriptif, analisis regresi berganda, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas,
uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis
dilakukan dengan menggunakan uji T, uji F, dan uji koefisien determinasi (R2
). Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Perputaran kas tidak berpengaruh
terhadap Likuiditas, kemudian variabel Kredit Bermasalah berpengaruh terhadap
Likuiditas, dan yang terakhir variabel Perputaran Kas dan Kredit Bermasalah
berpengaruh terhadap Likuiditas.