Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Nainggolan, Agus Fernando
Subject
620.8 Teknik yang Berhubungan dengan Faktor Manusia
Datestamp
2023-10-26 11:45:42
Abstract :
PT Sanwa Engineering Batam adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di
bidang ?Injection Molding?. Dalam menjaga kualitas produk, perusahaan
mempekerjakan pekerja Inspektor In Process Quality Control (IPQC). Tugas
utama pekerja Inspektor IPQC adalah melakukan pengukuran dimensi dan
pengecekan visual. Dalam menjalankan pekerjaannya, para pekerja Inspektor
IPQC banyak menagalami stres, dikarenakan banyaknya produk urgent yang
harus diutamakan, seringnya pekerja departemen lain masuk ke ruangan kerja
untuk membicarakan hal lain di luar pekerjaan, jumlah dimensi yang terlalu
banyak untuk diukur, serta sulitnya berkomunikasi dengan departemen produksi
saat ditemukan produk reject. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban
kerja mental pekerja IPQC, serta untuk mengetahui proses kerja Inspektor IPQC
yang memberikan beban kerja terbesar. Penelitian ini menggunakan metode
NASA-TLX. Hasil yang diperoleh adalah beban kerja mental pada pekerjaan
Inspektor IPQC untuk proses pengukuran dimensi tergolong tinggi dengan nilai
75,32. Dari keenam indikator beban kerja mental, indikator kebutuhan waktu
adalah yang tertinggi, sedangkan kebutuhan fisik adalah yang terendah. Beban
kerja mental pada pekerjaan Inspektor IPQC untuk proses pengecekan visual juga
tergolong tinggi dengan nilai 78,26. Dari keenam indikator beban kerja mental,
indikator kebutuhan waktu adalah yang tertinggi, sedangkan performansi adalah
yang terendah. Hasil uji beda independent sample T-test dengan menggunakan
software SPSS didapatkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,276. Nilai Sig. (2-tailed)
ini lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara beban kerja mental pengukuran dimensi dengan
beban kerja mental pengecekan visual.