Abstract :
Teknologi internet memungkinkan banyaknya pengguna komputer yang terhubung
satu sama lain. Biaya yang lebih murah dan akses yang lebih mudah membuat
penggunaan internet semakin banyak. Dalam sisi lain, hal ini juga membuat banyak
pengguna internet untuk menerima serangan berbahaya berupa malware, terutama
dalam jaringan nirkabel. Kurangnya pemantauan jaringan dapat meningkatkan
resiko serangan. Salah satu solusi untuk dapat mendeteksi serangan malware pada
jaringan adalah menggunakan honeypot Dionaea yang terpasang pada Raspberry
Pi. Sistem honeypot merupakan sistem yang sengaja dirancang untuk menerima
serangan, sehingga sistem ini membuka port pada Raspberry Pi ke jaringan.
Namun, ini juga menyebabkan sistem honeypot berpotensi menjadi wadah untuk
menyerang komputer lain pada jaringan yang sama. Untuk menghindari hal ini,
penggunaan router yang dapat membuat dua SSID dengan fitur Guest Network bisa
digunakan pada implementasi honeypot ke jaringan. Agar memudahkan akses
laporan serangan, dilakukan instalasi sistem Modern Honeypot Network yang
berperan sebagai server dan mempunyai antarmuka untuk menunjukan hasil
serangan dari luar ke sistem honeypot. Setelah lima puluh simulasi serangan
dilakukan pada jaringan yang terpisah, Raspberry Pi sebagai honeypot Dionaea
mempunyai tingkat keberhasilan sebesar 85.33% dan mampu mencatat dan
menyimpan serangan malware dan eksploitasi program berupa file yang bisa
diakses dari Raspberry Pi. Server MHN juga membantu memudahkan pembacaan
log serangan ke honeypot dengan menunjukan alamat IP penyerang, waktu, dan
port yang diserang