Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur novel A Wrinkle in Time
melalui studi morfologi. Penelitian dilakukan dengan mencari komponen dasar
yang dikenal sebagai fungsi morfologi yang digambarkan di dalam cerita. Oleh
karena itu, penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan data
dikumpulkan melalui kajian kepustakaan. Selanjutnya, metode analisis yang
digunakan adalah analisis isi dengan mengkategorikan fungsi dramatis personae
ke dalam cerita. Kemudian, hasil dari penelitian akan disajikan dengan
menggunakan metode informal. Alhasil, ditemukan bahwa tidak semua fungsi
yang diusulkan oleh Propp digambarkan di dalam cerita. Cerita dongeng dalam
novel A Wrinkle in Time ini hanya memiliki sembilan belas fungsi yang
menciptakan dua moves sehingga menghasilkan skema sinoptik yang cukup rumit.
Namun, tatanan kronologisnya masih identik, sehingga kisah dongeng dalam
novel A Wrinkle in Time masih mempertahankan kesatuan organik dari sebuah
dongeng. Peran karakter dalam cerita juga ditemukan sebagai hasil tambahan.
Peran karakter dikenal juga dengan istilah lingkup tindakan oleh Propp. Kisah
dongeng dalam A Wrinkle in Time hanya menyajikan lima jenis peran yaitu
pahlawan, pembantu, donor, dispatcher atau pengirim, dan penjahat. Selain itu,
ada juga karakter pendukung lainnya. Terakhir, bersama dengan penemuan
fungsi morfologi ini, makna dari kisah dongeng dalam novel A Wrinkle in Time
dapat dipahami. Pelajaran untuk diambil dari cerita ini adalah manusia tidak
harus dipaksa untuk memenuhi konformitas tertentu. Sehingga, setiap individu
harus menghargai keanekaragaman yang ada