Abstract :
Batam termasuk kota yang memiliki tingkat kekerasan pada perempuan dan anak
yang cukup tinggi, dan kekerasan tersebut terjadi dalam rumah tangga, sebagai
korban yaitu istri bahkan anak pun bisa menjadi sasaran.kekerasan terhadap
perempuan sudah menjadi masalah sosial, pada dasarnya kekerasan terhadap
perempuanmerupakan perwujudan kerentanan perempuan dihadapan laki-laki,
bahkan gambaran dari ketidakadilan terhadap perempuan.Kota Batam juga
merupakan salah satu kota yang memiliki tim Pelayanan Terpadu Pemberdayaan
Perempuan dan Anak (P2TP2A). Tim Pelayanan Terpadu Pemberdayaan
Perempuan dan Anak (P2TP2A) ini dibentuk karena meningkatnya angka
kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan keluarga,
tempat kerja dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak
pembentukan tim pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak
(P2TP2A) di kota Batam. penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif
dalam pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Dampak
pembentukan tim pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak
(P2TP2A) sudah baik dilihat dari indikator efektifitas, efisiensi, kecukupan,
pemerataan, responsivitas, dan ketepatan bahwa tim pusat pelayanan terpadu
pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) sudah menjalankan tugasnya dengan
baik dilihat dari banyak nya jumlah korban yang terlindungi dan tertangani
permasalahannya dari tahun ke tahun, dan semakin banyak kesadaran masyarakat
dalam menanggapi kasus kekerasan pada perempuan dan anak.