Abstract :
Produksi telur ayam di Indonesia dari tahun terus mengalami peningkatan.
Cangkang telur tersusun oleh bahan anorganik 95.1%, protein 3.3%, dan air 1.6%.
Namun, komposisi ini dapat berbeda-beda pada setiap spesies unggas (Darmono
1995). Komposisi kimia cangkang telur terdiri atas protein 1.71%, lemak 0.36%,
air 0.93%, serat kasar 16.21%, dan abu 71.34% (Nasution 1997). Dari data
Direktorat Jenderal Peternakan (2021), produksi telur ayam di Indonesia tahun
2021 mencapai 5.155.998,00 ton atau setara 429.666,5 ton per bulannya. Produksi
cangkang telur tersebut akan terus melimpah selama telur diproduksi dibidang
peternakan.
Pada penelitian ini filler cangkang telur digunakan sebagai bahan subtitusi
agregat total. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 03-
2834-2000 dengan mutu beton yang direncanakan fc 20 MPa, dengan jumlah
benda uji sebanyak 25 sampel, dan telah dilakukan pengujian kuat tekan pada
umur 28 hari.
Dari hasi penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton kubus pada
umur 28 hari dengan bahan agregat subtitusi filler cangkang telur 0% didapat
nilai kuat tekan rata-rata sebesar 20,88 Mpa, subtitusi filler cangkang telur 2%
didapat nilai kuat tekan rata-rata sebesar 21,17 Mpa, subtitusi filler cangkang telur
4% didapat nilai kuat tekan rata-rata sebesar 21,25 Mpa, subtitusi filler cangkang
telur 6% didapat nilai kuat tekan rata-rata sebesar 20,95 Mpa, dan subtitusi filler
cangkang telur 8% didapat nilai kuat tekan rata-rata sebesar 20,29 Mpa. Dengan
demikian komposisi filler cangkang telur optimum adalah 4% dengan nilai kuat
tekan 21,25 Mpa