Abstract :
Tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang kronis, pada tahun
1993 oleh WHO dinyatakan sebagai ?global emergency? karena diseluruh dunia
terjadi peningkatan baik dari jumlah maupun keseriusannya, Tuberculosis paru
dapat ditangani dengan melakukan pengobatan selama 6-8 bulan yang dapat
menimbulkan efek samping. Efek samping pengobatan berkontribusi pada
penurunan kondisi dimana hal tersebut dapat berdampak pada motivasi sembuh
penderita, Motivasi sembuh penderita TB paru dapat dipengaruh oleh self efficacy.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy dengan
Motivasi Sembuh pada penderita Tuberculosis di puskesmas Bandaran
Pamekasan.
Desain penelitian ini mengacu pada penelitian analitik korelasi dengan
metode pemdekatan crossectional. Responden dalam penelitian ini adalah
penderita Tuberculosis. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple
Random sampling sebanyak 33 penderita. Variabel independen self efficacy,
variabel dependen motivasi sembuh penderita Tuberculosis. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner skala likert. Data dianalisis menggunakan uji Spearman
Rank. Hasil penelitian menunjukkan ada Hubungan Self Efficacy dengan Motivasi
Sembuh pada penderita Tuberculosis didapatkan nilai (0,003)<(0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah ada Hubungan Self Efficacy dengan
Motivasi Sembuh pada penderita Tuberculosis di puskesmas Bandaran
Pamekasan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan penderita selalu Mengaja
dan memelihara perilaku kesehatan agar tetap semangat dan memotivasi diri
dalam menjalani program pengobatan sampai selesai dan agar bisa menghadapi
segala macam kesulitan dalam proses pengobatan Tuberculosis paru tersebut.
Kata Kunci : Self Efficacy, Motivasi Sembuh, Tuberculosis Paru