Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Atiaini, Nova
Agitya, Resti Erwiyani,
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-25 02:15:27
Abstract :
Salah satu pemicu utama penyakit degeneratif adalah radikal
bebas. Senyawa radikal bebas dapat dihambat dengan pemberian antioksidan.
Senyawa antioksidan alami dapat ditemukan dalam buah naga (Dragon fruit).
Kulit buah naga mengandung vitamin C, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan
saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh jenis pelarut yang
berbeda tingkat kepolarannya terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah
naga merah dan mengevaluasi pelarut manakah yang menunjukkan aktivitas
antioksidan tertinggi.
Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode review artikel, menggunakan
lima sumber artikel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pelarut mempengaruhi jenis
dan kadar senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan kulit buah naga
merah (Hylocereus Polyrhizus). Nilai % aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah
naga merah dari pelarut air yaitu sebesar 61,2440 %, etanol sebesar 36,73 %, etil
asetat sebesar 13,4 - 55,5 %, dan heksan sebesar 4,8 - 35,4 %. Nilai IC 50 ekstrak
kulit buah naga merah dari pelarut metanol yaitu sebesar 241,19 ppm, etil asetat
sebesar 692 ppm, heksan sebesar 1.289 ppm, etanol sebesar 15.830 ppm dan air
sebesar 28.900 ppm.
Simpulan: Ada pengaruh variasi pelarut terhadap nilai % aktivitas antioksidan
dan nilai IC 50 ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Pelarut air
menunjukkan nilai % aktivitas antioksidan tertinggi dan pelarut metanol
menunjukkan nilai IC 50 tertinggi.