Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Warrahmah, Warrahmah
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 03:04:50
Abstract :
Latar Belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama dari penyakit DBD (
Demam Berdarah Dengue). Di Indonesia kasus DBD berfluktuasi setiap tahunnya dan
cenderung semakin meningkat angka kesakitannya dan sebaran wilayah yang terjangkit
semakin luas. Pengendalian vektor DBD dapat dilakukan dengan cara penggunaan
larvasida alami. Salah satu larvasida alami yang dapat digunakan adalah daun pepaya.
Metabolit sekunder yang terkandung dalam daun pepaya seperti alkaloid, flavonoid,
saponin, terpenoid, tanin, dan steroid dapat menyebabkan kematian pada larva nyamuk
Aedes aegypti.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan melihat data
sekunder yang dipublikasikan di jurnal internasional (SCIMAGO) dan jurnal nasional
(SINTA).
Hasil: Konsentrasi optimal ekstrak daun pepaya yang berpotensi sebagai larvasida
terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 1%. Konsentrasi esktrak 0,030%
dengan nilai LC50 sebesar 215,96 ppm termasuk kedalam kategori toksik. Kematian
larva Aedes aegypti pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya disebabkan
karena kandungan zat aktif dalam ekstrak tersebut. Daun pepaya memiliki banyak
kandungan zat aktif yang memiliki potensi sebagai larvasida tehadap larva Aedes
aegypti.
Kesimpulan: Konsentrasi optimal ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) yang
berpotensi sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 1%.
Konsentrasi esktrak 0,030% dengan nilai LC50 sebesar 215,96 ppm termasuk kedalam
kategori toksik.
Kata Kunci: Aedes aegypti, Larvasida, Ekstrak Daun Pepaya