Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ayuty Viony Padanun, Moudi
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-25 03:07:09
Abstract :
Latar Belakang : Jamu Pegal Linu merupakan salah satu produk obat tradisional
yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat. Bahan
Kimia Obat (BKO) sering ditambahkan pada Jamu Pegal Linu untuk menambah
khasiatnya, salah satunya adalah Natrium Diklofenak. Berdasarkan Permenkes RI
No. 246 tahun 2010, obat tradisional dilarang mengandung Bahan Kimia Obat
(BKO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Bahan Kimia Obat
(BKO) Natrium Diklofenak pada sediaan Jamu Pegal Linu yang dijual di
Kabupaten Semarang.
Metode : Jenis penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental
laboratorium yang secara deskriptif menggambarkan hasil penelitian berdasarkan
data yang didapatkan. Metode penelitian terdiri dari uji organoleptis, analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif terhadap sampel Jamu Pegal Linu. Uji
Organoleptis dilakukan dengan cara mencicipi rasa, mencium bau, melihat warna
dan meraba bentuk sediaan sampel Jamu Pegal Linu. Analisis kualitatif dilakukan
dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dilakukan dengan
Spektrofotometri UV-Vis dengan 3 sampel yang dianggap positif.
Hasil : Sampel B, D, dan E yang dijual di Kabupaten Semarang positif mengandung
Natrium Diklofenak berdasarkan nilai Rf yang didapatkan dari sampel berturut-
turut yaitu 0.28, 0.3, dan 0.3 yang mendekati nilai Rf baku Natrium Diklfenak yaitu
0.26. Fase diam menggunakan Silica Gel 254 dan fase gerak menggunakan Etil
Asetat dan N-Heksan dengan perbandingan 25 : 25. Pada analisis kuantitatif
diperoleh panjang gelombang 275 nm dengan persamaan garis linier y = 0,0245x +
0,0989 dan nilai r = 0.9994 dengan kadar yang diperoleh pada sampel B, D, E
berturut-turut adalah 39.27%, 2.67% dan 4.9%.
Kesimpulan : Terdapat 3 sampel yaitu B, D, dan E yang mengandung Bahan Kimia
Obat (BKO) Natrium Diklofenak pada Jamu Pegal Linu yang dijual di Kabupaten
Semarang, dengan rentang kadar 2.67% - 39.27%.
Kata kunci : Jamu pegal linu, natrium diklofenak, kromatografi lapis tipis,
spektrofotometri UV-Vis.