Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Septyani Putri, Assysifa
Dyahariesti, Niken
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-25 03:37:45
Abstract :
Latar Belakang: Terapi kombinasi disarankan pada pasien hipertensi yang
memiliki tekanan darah tidak terkontrol dengan terapi tunggal. Biaya pengobatan
semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
terapi kombinasi obat antihipertensi yang paling cost effective pada pasien rawat
inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis
farmakoekonomi metode Cost Effectiveness Analysis (CEA) yang dilakukan secara
retrospektif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.
Data dikelompokkan berdasarkan pola terapi dan kelas ruang perawatan pasien
kemudian dilakukan analisis untuk mendapatkan terapi yang cost effective
berdasarkan ACER dan ICER.
Hasil: Jenis pola terapi kombinasi antihipertensi yang paling banyak digunakan
adalah kombinasi dua obat yaitu sebanyak 10 pasien (53%). Berdasarkan hasil studi
total rata-rata biaya medik langsung terendah berada pada pasien dengan terapi
ACEI + CCB + ? Bloker + Diuretikb
yaitu Rp. 1.116.300. Terapi dengan ACER
terendah yaitu Diuretika + ARB + ? Bloker (Rp. 15.257). Hasil ICER kombinasi
ACEI + CCB + ? Bloker + Diuretikb + Agonis ?2 Sentral + ACEI memiliki nilai
terendah (Rp. 25.353) jika dibandingkan dengan terapi standar. Namun, terapi CCB
+ ? Bloker, Diuretika + ACEI + CCB, Diuretika + ARB + ? Bloker, ARB + CCB +
? Bloker + Agonis ?2 Sentral bersifat dominan terhadap terapi standar pada cost
effectiveness grid. Sehingga, terapi yang paling cost effective berdasarkan ACER
dan ICER adalah Diuretika + ARB + ? Bloker.
Simpulan: Terapi yang paling cost effective berdasarkan ACER dan ICER adalah
Diuretika + ARB + ? Bloker.
Kata Kunci: Antihipertensi, efektivitas, biaya.