Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Istanty Tanaputra, Meissy
Kumala Hati, Anita
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-28 02:12:23
Abstract :
Kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi. Keberhasilan terapi
dapat dilihat dari kadar gula darah yang terkontrol dalam rentang nilai normal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat,
kadar gula darah, dan korelasi antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula
darah pasien diabetes melitus rawat jalan di Puskesmas Pemurus Baru
Banjarmasin.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional. Pengumpulan data
dilakukan secara prospektif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 97 pasien
diabetes melitus. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive
sampling. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner
MARS, data kadar gula darah puasa didapatkan dari hasil pengukuran yang
tercantum pada rekam medis. Uji distribusi frekuensi untuk mengklasifikasikan
tingkat kepatuhan, uji rata-rata untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah puasa,
dan uji korelasi Spearman untuk mengetahui korelasi antara kepatuhan dengan
kadar gula darah puasa.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat didominasi
tingkat kepatuhan minum obat sedang (84,5%), kemudian tingkat kepatuhan
tinggi (15,5%), dan tingkat kepatuhan rendah (0,0%). Nilai rata - rata kadar gula
darah 210,82 ± 56,12 mg/dL. Pasien diabetes melitus yang kategori kadar gula
darah tidak terkontrol (87,6%) dan terkontrol (12,4%). Kepatuhan memiliki
korelasi yang signifikan dengan dengan target terapi kadar gula darah (koefisien
korelasi kuat, R = -0,792).
Simpulan : Mayoritas responden dengan tingkat kepatuhan sedang, kadar gula
darah yang tidak terkontrol. Terdapat korelasi yang kuat antara kepatuhan minum
obat dengan target terapi kadar gula darah.