Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Pansyah, Arul
Pujiastuti, Anasthasia
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-01 03:05:59
Abstract :
Latar Belakang : Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus MRSA
merupakan patogen penyebab infeksi yang mengalami resistensi. Daun karamunting
mengandung senyawa tannin, saponin, flavonoid dan fenol yang berperan sebagai
antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menentukan konsentrasi optimum
ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode
difusi cakram dan lima konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dengan
kontrol positif ciprofloxacin, kontrol negatif DMSO% dan kontrol bakteri MRSA.
Hasil : Hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etanol daun karamunting mampu
menghambat MRSA dengan diameter zona hambat konsentrasi 5% sebesar 10 mm,
10% sebesar 16,7 mm, 15% sebesar 20 mm, 20% sebesar 23,3 mm, 25% sebesar
26,7 mm, kontrol positif sebesar 36,7 mm, kontrol negatif dan kontrol bakteri sebesar
0 mm. Uji One Way Annova dan LSD memperoleh nilai p < 0,05 sehingga
menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada pertumbuhan bakteri MRSA
pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun karamunting.
Kesimpulan : Ekstrak daun karamunting yang memiliki daya hambat paling besar
terhadap pertumbuhan bakteri MRSA pada konsentrasi 25% sebesar 26,7 mm
dikategorikan sangat kuat.
Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak etanol daun karamunting, Methicillin-Resistant
Staphylococcus aureus MRSA.
Kepustakaan : 29 (2010-2020).