KAJIAN POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lamk) DENGAN VARIASI METODE EKSTRAKSI DAN PELARUT DENGAN METODE DPPH (2,2- Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Jannah, Miftahul Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 04:11:45
Abstract :
Radikal bebas yang tidak stabil dapat menyebabkan terjadinya
berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung koroner dan stroke
sehingga diperlukan senyawa antioksidan untuk menangkal dan menetralisir radikal
bebas. Tubuh manusia membutuhkan antioksidan dalam jumlah yang cukup agar
dapat mengurangi dampak negatif dari radikal bebas. Senyawa antioksidan dapat
diperoleh dari bahan alam salah satunya adalah tanaman kelor. Senyawa antioksidan
yang terkandung dalam daun kelor adalah flavonoid dan fenol. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi metode ekstraksi dan pelarut dengan
aktivitas antioksidan dengan metode DPPH.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan melihat data
sekunder yang dipublikasikan pada 5 jurnal yang terdiri dari jurnal nasional dan
jurnal internasional.
Hasil : Ekstrak daun kelor mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas
antioksidan yaitu senyawa flavonoid dan fenolik. Metode ekstraksi yang digunakan
dengan cara dingin yaitu maserasi. Pelarut etanol baik digunakan untuk ektraksi
dilihat dari hasil aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak
daun kelor memiliki nilai IC 50 sebesar 22,1818 µg/mL dengan kategori aktivitas
antioksidan sangat kuat.
Kesimpulan : Metode ekstraksi dan pelarut yang paling baik digunakan untuk
ekstraksi daun kelor adalah metode maserasi dengan pelarut polar yaitu etanol.
Aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.