Abstract :
Latar Belakang : Sars-CoV-2 adalah virus penyebab penyakit coronavirus
(COVID-19) yang menyebabkan kematian sehingga menimbulkan stigma dari
masyarakat baik bagi penderita bahkan pasien yang sudah sembuh. Stigma yang
tidak diselesaikan memperburuk kondisi pasien karena tidak mendapat
pertolongan bahkan menghambat penyelesaian pandemik.
Tujuan : Mengetahui gambaran stigma masyarakat terhadap pasien sembuh dari
Coronavirus Desease di Desa Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang.
Metode : Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi
dalam penelitian ini remaja di Desa Candirejo Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang dengan sampel sebanyak 78 responden diambil dengan
teknik random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan kuesioner.
Data di analisis menggunakan rumus distribusi frekuensi dan di hitung
menggunakan soft ware program pengolahan data SPSS.
Hasil : Masyarakat sebagian besar mempunyai stigma masyarakat terhadap
pasien sembuh dari Coronavirus Desease kategori tinggi (85,9%) yaitu
mempunyai perception of self kategori tinggi (85,9%), self-exclusion kategori
tinggi (98,7%), subterfuge terhadap kategori tinggi (75,6%), social withdrawal
kategori tinggi (74,4%), over compenastion kategori tinggi (71,8%) dan fear of
disclosure kategori tinggi (70,5%).
Saran : Diharapkan masyarakat lebih peduli dengan pasien yang sembuh dan
mengurangi stigma dan diskriminasi yang muncul di lingkungan.
Kata Kunci : Stigma, pasien sembuh, Coronavirus Desease
Kepustakaan : 65 (2011-2020)