Abstract :
Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah, semua
komponen tumbuhan alam memiliki banyak manfaat salah satunya kandungan
amilum. Amilum digunakan sebagai bahan pengikat dalam formulasi tablet.
Amilum dapat berpengaruh terhadap mutu fisik tablet dan profil disolusinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh amilum dari bahan alam sebagai
bahan pengikat terhadap mutu fisik dan profil disolusi tablet parasetamol.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode review artikel yang membandingkan
data hasil dari 5 artikel, yang terdiri dari 3 jurnal nasional dan 2 jurnal
internasional.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan amilum dari kelima jurnal memiliki kualitas
yang berbeda dan telah teruji persyaratan tablet yang baik. Hasil kajian
menunjukkan perbedaan amilum sebagai bahan pengikat tablet parasetamol mulai
dari kekerasan (2-8 kgf) yang berpengaruh terhadap kerapuhan (0,3-15,9%),
waktu hancur (0,7-37,2 menit), hingga profil disolusi tablet(32-94,55%). Hasil uji
evaluasi tablet terbaik ada pada jurnal yang pertama dengan penggunaan amilum
limbah batang kelapa sawit sebagai bahan pengikat tablet parasetamol jika
dibandingkan dengan empat jurnal lainnya.
Simpulan: Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan pengikat dari alam
mempunyai pengaruh terhadap evaluasi mutu fisik dan profil disolusi tablet
parasetamol. Hasil disolusi tablet parasetamol menunjukkan beberapa formula
memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia yaitu dalam waktu 30 menit tidak
kurang dari 80% untuk jurnal 1-3 adalah amilum batang kelapa sawit dengan
konsentrasi bahan pengikat 5%-15%, amilum ubi jalar putih 5%-15%, dan
memenuhi persyaratan British Pharmacopoeia dalam waktu 45 menit tidak kurang
dari 70% zat aktif yang terlarut adalah amilum singkong dengan konsentrasi
bahan pengikat 10%.