Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
ILAWATI, ILAWATI
Sofiyanti, Ida
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-06 02:58:03
Abstract :
Latar Belakang: Pada beberapa budaya, pantang makan pada ibu nifas dapat
berpengaruh terhadap asupan gizi. Pantang Makanan adalah bahan makanan atau
masakan yang tidak boleh dimakan oleh para individu dalam masyarakat karena
alasan yang bersifat budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran praktik
budaya pada masa nifas di suku Dayak Meratus.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan
metode wawancara mendalam (in-depth interview), Wawancara mendalam dengan
informan ibu nifas, tokoh adat, dukun beranak , dan bidan desa. Penelitian
dilakukan di Desa Harakit Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Kota Rantau
Kalimantan Selatan
Hasil: penelitian menemukan masih adanya pantang makanan seperti tidak
diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang bersifat anyir contohnya daging ayam
dan telur, manis, pedas asam serta makanan yang dapat menimbulkan gatal.
Pantang perbuatan salah satunya dalam masa nifas ibu di pantang untuk tidak
terpapar sinar matahari dikarenakan dapat menyebabkan penglihatan kabur bahkan
pendarahan. Cara perawatan masa nifas pada suku Dayak Meratus menggunakan
kunyit sebagai proses penyembuhan luka mereka meyakini bahwa kunyit tersebut
dapat mengeringkan luka jahitan pada ibu nifas. Perawatan ASI pada suku Dayak
Meratus memanfaatkan hasil alam yaitu getah buah Lua yang dioleskan ke
payudara ibu. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas khususnya di suku Dayak
Meratus.
Simpulan: Pantangan makan pada masa nifas dapat menurunkan asupan gizi ibu
yang akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan produksi air susu. Ibu nifas
membutuhkan nutrisi yang cukup, gizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan
karbohidrat
Kata Kunci: Praktik budaya pada ibu nifas