Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Dwi Rahayu, Hestin
Widyaningsih, Ari
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-07 03:18:00
Abstract :
Menurut WHO (World Health Organization ) standar rata-rata operasi
sectio cesarea (SC) sekitar 5 - 15%. Data WHO Global Survey on Maternal and
Perinatal Health menunjukkan 46,1% dari seluruh kelahiran melalui persalinan SC.
Jumlah kematian ibu maternal di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 sebanyak 120
orang meningkat dari tahun 2017. Bahkan di RSUD Sungai Lilin terdapat kasus
terbanyak yang menjadi ancaman yaitu pada persalinan sectio Cesarea (SC) yaitu pada
tahun 2018 sebanyak 83 (18,9%) orang, tahun 2019 sebanyak 93 (21,2%) orang ,tahun
2020 sebanyak 97 (22,1%) orang dan tahun 2021 (Januari-November) sebanyak 166
(37,8%) orang, yang mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu bersalin dengan sectio cesarea di
RSUD Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2021.
Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif metode survei analitik dengan
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di
RSUD Sungai Lilin tahun 2021 (Januari-November) dengan sampel yang diambil secara
total sampling berjumlah sebanyak 166 responden. Analisis data menggunakan uji chi-
square.
Hasil : Distribusi frekuensi pada pendidikan rendah sebanyak (62.0%) dari pada ibu yang
pendidikan tinggi sebanyak (38.0%) , pada umur ibu lebih banyak terjadi pada usia ibu
tidak beresiko (>20-<35 tahun) sebanyak (74.7%) dari pada ibu dengan usia berisiko
(<20->35 tahun) sebanyak (25.3%) dan pada paritas ibu yang banyak melahirkan dengan
sectio cesarea paritas ibu multipara sebanyak (60.8%), paritas ibu primipara sebanyak
(30.7%) dan paritas ibu grandemultipara sebanyak (8.4%). kesimpulan hasil penelitian
menunjukkan bahwa kejadian tindakan sectio cesarea berdasarkan pendidikan lebih
banyak pada pendidikan rendah sebanyak (62.0%), pada umur lebih banyak terjadi pada
usia ibu tidak beresiko (>20-<35 tahun) sebanyak (74.7%) dan pada paritas ibu multipara
sebanyak (60.8%).
Saran : Diharapkan agar dapat bisa menjadi masukan dan mengupayakan terhadap pola
pikir pasien tentang tidak membedakan antara pendidikan dengan indikasi medis.