Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hikmah, Raudhatul
Nafisah, Isri
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-09 02:15:13
Abstract :
Pada bayi baru lahir, umbilicus atau tali pusat adalah area yang
paling rentan untuk kolonisasi bakteri yang kadang-kadang dapat menyebabkan
infeksi neonatal seperti omphalitis dan sepsis. Dengan adanya kejadian infeksi maka
hal tersebut dapat menghambat percepatan pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir.
Berbagai disinfektan atau antibiotik untuk perawatan tali pusat neonatal yang telah
dilaporkan sperti alkohol, klorheksidin, antibiotik, mupirocin, polibaktin, bacitracin,
serbuk yang mengandung hexachlorophene, sulfadiazin perak dan povidone- iodine.
Namun, metode yang direkomendasikan berdasarkan bukti eksperimental belum
ditetapkan
Tujuan: Mengetahui metode paling efektif dalam perawatan tali pusat pada
percepatan pelepasan tali pusat
Metode: Metode penelitian ini adalah narrative review dengan total 5 jurnal rujukan
yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta di identifikasi menggunakan
rumus PICO. Menentukan kata kunci untuk pencarian database yaitu google scholar,
pubmed dan sciencedirect.
Hasil: Metode yang paling efektif digunakan untuk percepatan pelepasan tali pusat
yaitu dengan menggunakan metode ASI dengan kurun waktu pelepasan 4 hari. Pada
metode perawatan kering dan terbuka, iodine poviden dan 70% alcohol didapatkan
waktu minimal pelepasan yang sama yaitu dalam kurun waktu 6 hari. Sedangkan
pada metode 4% chlorxedine didapatkan waktu minimal pelepasan tali pusat dalam
kurun waktu 7 hari.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa, metode yang paling efektif digunakan untuk
percepatan pelepasan tali pusat yaitu dengan menggunakan metode ASI dengan kurun
waktu pelepasan 4 hari.