Abstract :
Latar Belakang: Tugas perawat yang bekerja di Puskesmas Banyubiru setelah munculnya
pandemic Covid-19 memiliki tugas pelayanan yang ekstra dan bekerja ganda yang
meningkatkan beban pekerjaan sehingga dapat memicu timbulnya kejenuhan (burnout) di
tempat kerja.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara burnout dengan
beban kerja perawat.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan uji
korelasi menggunakan Total Sampling terhadap 38 responden. Instrumen penelitian berupa
kuesioner NASA TLX untuk mengukur beban kerja dan Maslach Burnout Inventory (MBI)
untuk mengukur tingkat burnout. Yang kemudian dilakukan pengujian dengan uji Pearson.
Hasil Penelitian: Dari 38 responden di Puskesmas Banyubiru didapatkan hasil rerata perawat
berada pada tingkat burnout ringan dengan beban kerja ringan sebesar 86,8% dan sisanya
berada pada kategori sedang 10,5%, tinggi 2,6%. Dari hasil uji Pearson dapat disimpulkan
adanya hubungan Burnout dengan beban kerja sebesar r < 0,05 (p value = 0,00).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara burnout dengan beban kerja perawat di
Puskesmas Banyubiru dengan nilai p value = 0,00 (r<0,05). Hal ini terjadi adanya beban kerja
yang dapat mempengaruhi tingkat burnout responden. Saran: Perawat diharapkan dapat
mengantisipasi burnout yang muncul akibat beban kerja yang tinggi dengan meningkatkan
koping perawat.
Kata Kunci : Burnout, Beban Kerja, Perawat