Abstract :
Antibodi ibu menyusui yang divaksin Covid-19 dapat
disalurkan melalui ASI sehingga bermanfaat bagi bayi yaitu meningkatkan
kekebalan tubuh. Namun demikian masih banyak ibu menyusui yang tidak
bersedia untuk di vaksin. Salah satu faktor yang mempengaruhi ibu menyusui
tidak mau vaksinasi adalah pengetahuan. Semakin baik pengetahuan ibu yang
menyusui tentang vaksin covid-19 maka semakin baik sikap mereka sehingga
meningkat praktik pelaksanaan vaksin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan vaksin covid-19 pada
ibu menyusui di masa pandemi.
Metode : Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui di Desa
Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara sebanyak 137 orang
dengan sampel sebanyak 92 orang yang diambil dengan teknik purposive
sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil : Tingkat pengetahuan tentang vaksin covid-19 pada ibu menyusui di masa
pandemi hampir setengah dari responden kategori cukup (44,6%). Praktik
pelaksanaan vaksin covid-19 pada ibu menyusui di masa pandemi sebagian besar
sudah melaksanakan vaksin covid-19 (51,1%). Ada hubungan yang bermakna
tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan vaksin covid-19 pada ibu menyusui di
masa pandemi, didapatkan p value (0,000) < ? (0,05).
Saran : Sebaiknya ibu menyusui aktif menggali informasi terkait vaksin covid-19
yaitu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau sumber informasi lainnya. Ibu
menyusui sebaiknya melaksanakan pemberian vaksin covid-19 jika sudah
memenuhi kriteria yang ditetapkan.