Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Nur Saniah, Aisah Nur
Yuswantina, Richa
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 03:10:48
Abstract :
Besarnya biaya pengobatan untuk penyakit hipertensi
mengindikasikan perlunya dilakukan pengendalian biaya melalui kajian
farmakoekonomi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan
penelitian farmakoekomoni adalah analisis efektivitas biaya.Tujuan nya untuk
mengetahui Cost- effective Analisis (CEA) dari beberapa golongan pada biaya
terapi antihipertensi berdasarkan nilai ACER dan ICER.
Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif, pengambilan data secara
retrospektif, dengan menggunakan Teknik sampling total sampling diperoleh
sampel sebesar 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, data
dianalisis berdasarkan besaran biaya responden dengan analisis ACER dan ICER.
Hasil : Mayoritas responden terapi antihipertensi captopril dalam Hipertensi
darah stadium 1 sebanyak 13 responden (56.5%), mayoritas responden dengan
terapi antihipertensi Amlodipin dalam kategori Klasifikasi stadium 2 sebanyak 4
responden (57.2%), rata rata biaya pasien terapi amlodipin hipertensi tertinggi
sebanyak 7 responden dengan biaya sebesar Rp 22.500,-/bulan, sedangkan rata
rata biaya pasien terapi antihipertensi captopril sebanyak 23 responden dengan
biaya sebesar Rp 19.800,- , outcome terapi antihipertensi captopril responden
dalam kategori efektif sebanyak 17 responden (73,9%), mayoritas tingkat
outcome antihipertensi amlodipin responden dalam kategori efektif sebanyak 5
responden (71,4%), Harga Avarage Cost Effectiveness (ACER) Amlodipin
sebesar Rp 315,13 dan Captopril Rp 267,92.
Kesimpulan : Berdasarkan Nilai ACER, Jenis Obat Captopril lebih cost
effectiveness daripada obat Amlodipin,