Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
AYU PRAMESTI, DYAH
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-12-01 04:11:33
Abstract :
Latar Belakang : Jahe emprit merupakan jahe yang banyak digunakan diindustri
obat. Senyawa terkandung pada jahe emprit yaitu senyawa flavonoid contohnya
flavonol, senyawa fenolik yaitu gingerol dan shogaol. Ekstraksi refluks
menggunakan tiga variasi pelarut yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan
karena tingakat kepolaran masing-masing pelarut berbeda dapat mempengarui
proses ekstraksi sehingga senyawa yang tertarik mempengaruhi penentuan kadar
flavonoid dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk membandingkan pengaruh
variasi pelarut terhadap flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak jahe
emprit.
Metode : Penelitian menggunakan jahe emprit, metode ekstraksi refluks dengan
tiga pelarut, etanol 96%, etil asetat, n-heksan. Penentuan kadar flavonoid total
menggunakan metode kolorimetri. Aktivitas antioksidan menggunakan metode
ABTS dan uji statistik menggunakan one way anova untuk melihat perbedaan
signifikan flavonoid total dan aktivitas antioksidan.
Hasil : Hasil diperoleh dengan randemen ekstrak etanol 96% (8,183%), ekstrak
etil asetat (6,425%), n-heksan (3,126%), kandungan senyawa flavonoid masing-
masing ekstrak jahe emprit yaitu ekstrak etil asetat (81,5 QE/g), ekstrak n-heksan
(97,316 QE/g), etanol 96% (103, 93 QE/g) dan hasil IC50 ekstrak etil asetat
(20,223 ppm), ekstrak n-heksan (25,104 ppm), dan ekstrak etanol 96%, (28,67
ppm).
Kesimpulan : Kadar flavonoid total jahe emprit ekstrak etil asetat (81,5 QE/g),
ekstrak n-heksan (97,316 QE/g), dan etanol 96% (103, 93 QE/g), sedangkan nilai
IC50 ekstrak etil asetat (20,223 ppm), ekstrak n-heksan (25,104 ppm), dan
ekstrak etanol 96% (28,67 ppm) dengan nilai sig (p<0,005).
Kata Kunci : Jahe Emprit, Pelarut, Flavonoid, Antioksidan