DETAIL DOCUMENT
BEBERAPA FAKTOR PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI SUNTIK DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) PADA WUS DI POLINDES DESA SETUTA KECAMATAN JANAPRIA, LOMBOK TENGAH, NTB
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Astuti, Eka Widya
Cahyaningrum, Cahyaningrum
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2022-12-09 03:34:17 
Abstract :
Latar Belakang: Penggunaan metode kontrasepsi terbanyak yang berada di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan jenis kontrasepsi yang digunakan oleh wanita usia subur ialah jenis kontrasepsi suntik sebesar 67,9% sedangkan penggunaan metode kontrasepsi terendah ialah metode MOP sebesar 0,1%. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan Random Sampling dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 55 responden yang berkunjung ke Polindes Desa Stuta. Hasil Penelitian: Hasil dari analisis univariat mengenai beberapa faktor penggunaan metode kontrasepsi suntik DMPA Berdasarkan usia dengan Fase menjarangkan 39 responden (70,9%), dan Fase menghentikan 12 responden (21,8%), Fase menunda 4 responden (7,3%). Berdasarkan pendidikan terakhir, pendidikan dasar 40 responden (72,7%) dan pendidikan menengah 15 responden (27,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan tentang KB suntik, pengetahuan baik 36 responden (65,5%) , pengetahuan cukup 16 responden (29,1%), sedangkan pengetahuan kurang 3 responden (5,5%). Kesimpulan: Gambaran faktor yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi DMPA di Polindes Desa Stuta, mayoritas fase menjarangkan yang berusia (20-35 tahun), Pendidikan dasar (SD-SMP), dan mayoritas tingkat pengetahuan mengenai KB suntik dengan pengetahuan baik (benar ?75%). 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo