Abstract :
Antioksidan adalah senyawa yang berguna untuk menetralisir
peningkatan radikal bebas melindungi sel dari efek toksik yang dihasilkan. Pada
penelitian ini menggunakan bahan alam pada kulit buah naga. Kulit buah naga
merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, padahal kulit buah naga
mengandung senyawa penangkap radikal bebas yang cukup tinggi. Tujuan untuk
menganalisis aktivitas antioksidan yang lebih baik dan potensi antioksidan pada
ekstrak kulit buah naga merah dan kulit buah naga putih berdasarkan nilai IC 50.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, ekstraksi
menggunakan metode maserasi untuk menganalisis kandungan metabolit
sekunder flavonoid, tannin, saponin, alkaloid dan fenol secara kualitatif dan
aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi 1, 2, 3, 4
dan 5 ppm secara kuantitatif dan analisis statistika dengan uji Oneway anova.
Hasil: Ekstrak kulit buah naga merah dan kulit buah naga putih mengandung
metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan fenol. Uji aktvitas
antioksidan ekstrak kulit buah naga merah dengan nilai IC 50 5,14 + 0,068, ekstrak
kulit buah naga putih dengan nilai IC 50 5,96 + 0,462. kuersetin dengan IC 50 4,28 +
0,012. Hasil uji statistika dengan uji Oneway anova yaitu p-value >0,05 tidak
berbeda signifikan.
Kesimpulan: Potensi antioksidan ekstrak kulit buah naga merah dan kulit buah
naga putih berpotensi sangat kuat. Dengan hasil uji statistika tidak terdapat
perbedaan signifikan.