Abstract :
Latar Belakang : Pasien-pasien CHF sering rawat inap ulang akibat adanya
kekambuhan menyebabkan putus asa dan takut kematian. Beberapa faktor yang
mempengaruhi rawat inap ulang adalah dukungan keluarga, kepatuhan terapi
pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam.
Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap
ulang pada pasien gagal jantung kongestif.
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti pasien CHF yang pernah
menjalani rawat inap ulang di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
dengan jumlah sampel 34 orang diambil dengan teknik accidental sampling.
Analisis data yang digunakan chi square yang diolah dengan program pengolahan
data SPSS.
Hasil : Dukungan keluarga sebagian besar kategori baik (55,9%), kepatuhan
terapi pengobatan sebagian besar kategori rendah (52,9%), kepatuhan diet rendah
garam sebagian besar kategori rendah (52,9%), kejadian rawat inap ulang
sebagian besar kategori tinggi (64,7%). Ada hubungan yang bermakna dukungan
keluarga (p-value = 0,006), kepatuhan terapi pengobatan (p-value = 0,040) dan
kepatuhan diet rendah garam (p-value = 0,006) dengan kejadian rawat inap ulang.
Kesimpulan : dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan
diet rendah garam berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang.
Saran : Pasien CHF harus mematuhi terapi obat dan diet rendah garam yang
telah ditentukan dengan menunjukkan lembar observasi setiap kali kontrol agar
tidak terjadi rawat inap ulang.
Kata Kunci : dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan, kepatuhan diet
rendah garam, kejadian rawat inap ulang, pasien CHF
Kepustakaan : 40 (2013-2022)